soulmate
prelude:
siang yang lumayan cerah (cenderung panas diluar), disela-sela kesibukanku mengurusi adek-adek yang mau masuk kampus tertua di belantara Indonesia ini, sambil tangan kiri terus menerus menerima telepon masuk dari klienku yang kejam mengejar-kejarku...huks...(yogya, 4th june 2007)
good day, long time no post!
kenapa judul postingan kali ini 'soulmate'?
apakah berkaitan dengan pernikahan? atau karena aku sedang jatuh cinta dan sedang mendamba seorang untuk beneran menjadi soulmate-ku kelak?
mostly, people think that soulmate means husband-wife. di kamus pun tertulis mirip-mirip seperti itu. di kamus cintaku? soulmate means a person that can dive my heart, my soul, my mind...
dan tentu saja nggak mudah didapat, bukan?
jika kita ingin mendapat tipe person seperti itu, cobalah berkaca terlebih dahulu, apakah kita sudah dapat memahami seseorang secara tulus, murni, tanpa embel-embel, but from deep down of our hearts, lalu menjadikan orang tersebut bagian dari hidup kita bahkan hampir-hampir di setiap detak jantung kita.
hidup serumah, tidur seranjang, makan sepiring (kalo nggak punya piring lain), tanpa ada rasa jijik, rasa muak, rasa benci, karena kalo menikah dengan orang kita benci, can u imagine?!
aku jadi inget liriknya McCain,
I'll be your crying shoulder
I'll be your love suicide
and I'll be better when I'm older
I'll be the greatest fan of your life
sepertinya keren banget...dimana si McCain rela berkorban jadi apapun demi orang yang paling dia sayang. in fact, not everyman can do!
saat aku kecil, aku sering banget bermimpi, someday i'll find my truly soulmate. he's my prince charming, my lovely husband, my great father for my children, my all..
tapi di perjalanan hidupku, tentu saja, tidaklah semulus impian. banyak kerikil2 berbatu yang terus menerus kusandung, berulang kali membuatku terjatuh. dan entah kapan aku mulai bisa bangkit dan berlari sekencang mungkin, seperti Julia Roberts lari di hari pernikahannya yang kesekian kali dalam Runaway Bride.
sometimes, impian masa kecil terlalu membebani kita dalam mencari sosok yang sempurna bagi hidup kita. betul nggak?
kadang apa yang kita cari juga nggak selamanya ada di depan mata, tapi harus dicari sampai ke pedalaman-pedalaman, ke pelosok-pelosok, nggak semuanya all-in ready kayak deretan makanan-makanan ready to cook di supermarket dekat rumah.
tapi kadang, dengan penuh kejutannya, apa yang kita impian bisa dengan instantnya tersedia di depan mata seperti Juwita menjentikkan tongkat saktinya, dan dalam sekejap Oki bandel bisa mendapatkan apapun yang dia mau berkat bantuan Juwita (sayangnya, ini hanya ada dalam dongeng negeri antah berantah)
aku masih terus mencari jawaban tentang batasan soulmate itu sendiri
masalah cinta, love, passion terkadang terlalu blur bagiku. seringnya aku kebingungan mendefinisikannya. cinta yaa cinta..love is cinta...passion?
love. rere. arleynova.
siang yang lumayan cerah (cenderung panas diluar), disela-sela kesibukanku mengurusi adek-adek yang mau masuk kampus tertua di belantara Indonesia ini, sambil tangan kiri terus menerus menerima telepon masuk dari klienku yang kejam mengejar-kejarku...huks...(yogya, 4th june 2007)
good day, long time no post!
kenapa judul postingan kali ini 'soulmate'?
apakah berkaitan dengan pernikahan? atau karena aku sedang jatuh cinta dan sedang mendamba seorang untuk beneran menjadi soulmate-ku kelak?
mostly, people think that soulmate means husband-wife. di kamus pun tertulis mirip-mirip seperti itu. di kamus cintaku? soulmate means a person that can dive my heart, my soul, my mind...
dan tentu saja nggak mudah didapat, bukan?
jika kita ingin mendapat tipe person seperti itu, cobalah berkaca terlebih dahulu, apakah kita sudah dapat memahami seseorang secara tulus, murni, tanpa embel-embel, but from deep down of our hearts, lalu menjadikan orang tersebut bagian dari hidup kita bahkan hampir-hampir di setiap detak jantung kita.
hidup serumah, tidur seranjang, makan sepiring (kalo nggak punya piring lain), tanpa ada rasa jijik, rasa muak, rasa benci, karena kalo menikah dengan orang kita benci, can u imagine?!
aku jadi inget liriknya McCain,
I'll be your crying shoulder
I'll be your love suicide
and I'll be better when I'm older
I'll be the greatest fan of your life
sepertinya keren banget...dimana si McCain rela berkorban jadi apapun demi orang yang paling dia sayang. in fact, not everyman can do!
saat aku kecil, aku sering banget bermimpi, someday i'll find my truly soulmate. he's my prince charming, my lovely husband, my great father for my children, my all..
tapi di perjalanan hidupku, tentu saja, tidaklah semulus impian. banyak kerikil2 berbatu yang terus menerus kusandung, berulang kali membuatku terjatuh. dan entah kapan aku mulai bisa bangkit dan berlari sekencang mungkin, seperti Julia Roberts lari di hari pernikahannya yang kesekian kali dalam Runaway Bride.
sometimes, impian masa kecil terlalu membebani kita dalam mencari sosok yang sempurna bagi hidup kita. betul nggak?
kadang apa yang kita cari juga nggak selamanya ada di depan mata, tapi harus dicari sampai ke pedalaman-pedalaman, ke pelosok-pelosok, nggak semuanya all-in ready kayak deretan makanan-makanan ready to cook di supermarket dekat rumah.
tapi kadang, dengan penuh kejutannya, apa yang kita impian bisa dengan instantnya tersedia di depan mata seperti Juwita menjentikkan tongkat saktinya, dan dalam sekejap Oki bandel bisa mendapatkan apapun yang dia mau berkat bantuan Juwita (sayangnya, ini hanya ada dalam dongeng negeri antah berantah)
aku masih terus mencari jawaban tentang batasan soulmate itu sendiri
masalah cinta, love, passion terkadang terlalu blur bagiku. seringnya aku kebingungan mendefinisikannya. cinta yaa cinta..love is cinta...passion?
love. rere. arleynova.
Labels: love